Sabtu, 07 Maret 2015

Anne Ahira Pendiri Asian Brain Internet Marketing Center

Anne Ahira 
Pendiri Asian Brain Internet Marketing Center


Anne Ahira adalah anak kedua dari tiga bersaudara (semua saudaranya perempuan) dari pasangan H. Sobur Sodikin dan Hj. Aas Asiah. Anne Ahira biasa dipanggil “Ahira” atau “Hira” adalah seorang Internet Marketer Dunia, lahir tanggal 28 November 1979. Keberhasilan Anne Ahira ini terhitung langka di Indonesia, Gadis yang memmpunyai motto "Kekayaan sejati adalah apa adanya aku, bukan apa yang aku miliki" ini sebenarnya delapan tahun yang lalu (Desember 2001), belum tahu apa itu “e-mail. 

Ahira sama sekali tidak tahu! Ahira lulusan STBA (Sekolah Tinggi Bahasa Asing) di Bandung, dan tidak penah mengenyam pendidikan “Internet Marketing”. Banyak media masa Indonesia mengakui kepiawaian Anne Ahira dalam menjalan bisnis online. Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2007 meminta Anne Ahira menjadi pembicara APEC (Asia Pacific Cooperaion) sebagai perwakilan Indonesia dan menjelaskan tentang Revolusi eBisnis yang sedang Ahira jalankan di Republik Indonesia ini.

Anne Ahira mendirikan "kursus online" Internet Marketing khusus untuk masyarakat Indonesia, Asian Brain Internet Marketing Center. Murid-muridnya tersebar dari Sabang sampai Merauke dan sudah mencapai ribuan dan terus bertambah setiap hari. Kurang dari 2 tahun menjalankan Internet Marketing penghasilannya telah mencapai ribuan U$ Dollar setiap bulannya. Perusahaan “Advance Vision Marketing America” pernah mewawancarai Ahira tentang Internet Marketing Prophecies.


 Perusahaan ini hanya memilih 8 orang internet marketer terbaik dari seluruh penjuru dunia dan Ahira adalah satu-satunya wakil dari Asia Pasifik dan satu-satunya perempuan yang dipilih untuk wawancara ini. “Advance Vision Marketing  America” selanjutnya menjual hasil wawancara ini seharga 97 U$ Dollar per kopi. Ahira dikenal sebagai internet marketer sukses kelas dunia. Buku “30 Days to Internet Marketing Success” adalah salah satu pengarangnya yang ditulis oleh 60 pengarang yang merupakan the best internet marketer sepanjang tahun 2003. Dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan omzet penjualan buku ini mencapai lebih dari 340.000 U$ Dollar.

Sebelum terjun ke bisnis online, Anne Ahira adalah seorang guru. Tepatnya Guru Bahasa Inggris. Karena berasal dari keluarga sederhana, semasa kuliahnya Ahira sempat berjualan keliling menjual buku dari rumah ke rumah. Ahira juga pernah bekerja sebagai tukang cleaning service.

Singkat cerita setelah lulus kuliah Ahira menjadi Guru Bahasa Inggris. Beliau juga mengajar Privat. Hasil jerih payahnya bertahun-tahun mengantarkan Ahira bisa membeli mobil seharga hampir 200juta-an.

Suatu ketika, Ahira mendengar dari berbagi sumber bahwa internet bisa menghasilkan uang. Mulailah Beliau mencari tahu kayak apa internet itu. Ahira sendiri belum ngerti kayak apa internet waktu itu. Bahkan beliau belum bisa buat email sama sekali.

Namun Ahira memiliki semangat yang tinggi untuk bisa menghasikan uang dari internet. Mulailah beliau belajar membuat email, mencari tahu di mana sumber informasi mencari uang dari internet. Karena waktu itu (sekitar th 2000) belum banyak orang Indonesia yg paham internet marketing, maka Ahira mencari sumber informasi dari luar negeri.

Berbagai program affiliate diikuti Ahira, berbagai buku (ebook) internet marketer dunia dibelinya, termasuk segala macam software dan kebutuhan lain untuk bisnis online. Namun Ahira waktu itu sangat sedih sekali karena belum bisa berpenghasilan dari internet. Asetnya berupa mobil yang senilai hampir 200 juta dijual untuk memenuhi keingintahuannya tentang internet marketing.

Beberapa waktu kemudian, kisah sedih kembali terjadi. Penghasilan Ahira pada tahun kedua hanya $ 8 saja. Itu adalah penghasilan online pertamanya setelah bergelut selama 2 tahun. Kalo dirupiahkan tak lebih dari Rp. 80.000,- Padahal modalnya sudah keluar hampir Rp. 200 juta. Haaa???

Di tengah kepedihan hati Ahira, ternyata orang tua Ahira juga setali tiga uang. Ibu Ahira sudah mendengar kabar miring tsb, dan akhirnya membawa Ahira ke Dokter Psikiater. Ahira dianggap mengalami gangguan jiwa karena 'berkhayal' bisa menghasilkan uang dari internet. Setelah diperiksa, menurut Dokter, Ahira masih normal-normal saja, sehingga setelah dilepas akhirnya Ahira membuat komitmen sendiri. Ahira berkomitmen pada Ibunya bahwa ia tidak akan pulang sebelum bisa membuktikan dia bisa menghasilkan uang dari internet.

Ahira tetap "tegar' pada keyakinan dan pendiriannya. Setelah mobilnya ludes, Ahira pun sempat menjual barang2 elektroniknya. Lalu di kamar kostnya ia menempel cek $ 8 di dinding. Ahira berjanji tahun berikutnya ia harus mengubah cek tersebut menjadi $ 8.000,-. Ahira yakin, kalo dia bisa mendapat cek $ 8, maka berarti internet benar bisa menghasilkan uang. Tinggal berjuang lagi agar bisa mengubahnya menjadi $ 8.000,-

Kini, hari-hari Ahira disibukkan dengan mengajar murid-muridnya secara online dan offline. Beliau tidak lagi memikirkan dari mana uang datang, karena uang terus mengalir ke rekeningnya. Bersedekah, menyantuni anak yatim, mengangkat kehidupan keluarga, dan perbuatan mulia lainnya jelas mengisi hari-harinya yang bahagia. Beliau sangat bercita-cita, melalui pembelajaran di AsianBrain, bisa mencetak ribuan internet marketer kelas dunia yang akan mengharumkan nama Indonesia.

Sumber :